Hi readers, selamat datang di postingan Blog Aze IT Studio. Kali ini saya akan membahas tentang tutorial Routing Information Protocol (RIP) Versi 1 dan Versi 2 dengan menggunakan Cisco Packet Tracer.

Sebelum itu, apakah readers tahu apakah itu Routing Information Protocol ?

Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah routing protocol jenis distance-vector, dimana RIP mengirimkan routing table yang lengkap ke semua interface yang aktif setiap 30 detik. RIP hanya memanfaatkan jumlah hop yang tersedia untuk menentukan cara terbaik ke sebuah remote network. Akan tetapi secara default RIP memiliki sejumah nilai hop maksimum yang diizinkan, yaitu 15 yang berarti hop ke-16 dianggap tidak terjangkau (unreachable).

Lalu, apa perbedaan versi 1 dan versi 2 ?

Salah satu perbedaan yang paling mendasar adalah sebagai berikut :

RIP versi 1 hanya menggunakan classful routing yang berarti semua alat di hop network harus menggunakan subnet mask yang sama (broadcast).

Sedangkan

RIP versi 2 menyediakan sesuatu yang disebut prefix routing, dan bisa mengirimkan informasi subnet mask bersama meskipun berbeda dengan mendapatkan hasil dari classless routing (multicast).

Bagaimana cara kerja dari RIP ?

Cara Kerja dari RIP adalah sebagai berikut :

1. Host memeriksa alamat broadcast jika ada update routing dari gateway.
2. Host akan memeriksa terlebih dahulu routing table lokal jika menerima update routing.
3. Jika rute belum ada, informasi segera dimasukkan ke routing table.
4. Jika rute sudah ada, metrik yang terkecil akan diambil sebagai acuan.
5. Rute melalui satu gateway akan dihapus jika tidak ada update dari gateway tersebut dalam waktu tertentu.
6. Khusus untuk gateway, RIP akan mengirimkan update routing pada alamat broadcast di setiap network yang terhubung.

Kelebihan dari RIP adalah RIP  menggunakan  metode  triggered  update yaitu RIP  memiliki  timer  untuk mengetahui  kapan  router  harus  kembali  memberikan  informasi  routing.  Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan  informasi  routing.

Kekurangan dari RIP adalah sebagai berikut :
  • Terbatasnya diameter network, seperti yang telah disebutkan sedikit di atas RIP hanya bisa menerima metrik hanya sampai 15.
  • Konvergensi yang lambat

Berikut ini tutorial konfigurasi RIP v1 dan v2. Bagi readers yang belum jelas dan ingin file pkt nya boleh drop email di kolom komentar 


RIP V1


routing information protocol

Gambar 1. Topologi

Konfigurasi Router Palembang :

routing information protocol


Gambar 2. Konfigurasi RIP Router Palembang

Konfigurasi Router Jakarta

routing information protocol

Gambar 3. Konfigurasi  RIP Router Jakarta

Konfigurasi Router Papua

routing information protocol

Gambar 4. Konfigurasi RIP Router Papua

Test hasil dengan ping ( Palembang - Papua) 

routing information protocol

Gambar 5. Hasil Test Ping Router Palembang ke Papua

RIP V2


routing information protocol

Gambar 6. Topologi

Konfigurasi Router Palembang

routing information protocol

Gambar 7. Kofigurasi RIP V2 Router Palembang

Konfigurasi Router Jakarta

routing information protocol

Gambar 8. Konfigurasi RIP V2 Router Jakarta

Konfigurasi Router Papua

routing information protocol

Gambar 9. Konfigurasi RIP V2 Router Papua

Test hasil dengan Ping (Jakarta - Papua)

routing information protocol

Gambar 10. Hasil Ping Router Jakarta ke Papua

Kesimpulan :

RIPv2 merupakan perluasan dari RIPv1 dengan menambahkan beberapa kemampuan baru seperti Classless Distance Vector yang merupakan pengembangan dari RIPv1, mendukung VLSM, mengirimkan subnet mask pada saat update routing table, routing update dilakukan secara multicast dan otentikasi penggunaan. RIPv2 sama sekali tidak mengubah algoritma Routing Distance Vector yang digunakan RIPv1. Konfigurasi routing information / routing adalah arah atau tujuan dari satu jaringan ke jaringan lainya.

Bagaimana readers informasinya? Menarik bukan dan cukup untuk menambah referensi readers dalam belajar menghadapi ujian atau mengerjakan tugas kuliah.

Sampai jumpa di postingan selanjutnya.


*NB: Kata yang tercetak Tebal (Bold) adalah kata kunci agar readers lebih mudah dalam memahami setiap pointnya 

Post a Comment